Financeroll – Pergerakan harga minyak mentah dunia terpantau anjlok
lebih dari 1% pada perdagangan sore ini, Senin, sejalan dengan kenaikan
produksi di Irak serta pernyataan Iran untuk bekerja sama dengan kondisi
tertentu.
Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI kontrak Oktober merosot
1,26% atau 0,60 poin ke $47,04 per barel, setelah melemah 0,88% atau
0,42 poin di posisi $47,22 pada perdagangan pagi. Pada saat yang sama,
patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak Oktober juga melorot 1,24% atau
0,76 poin ke level US$49,54, setelah dibuka melemah 0,76% atau 0,38
poin di level 49,54. 49.30
Menurut pejabat perusahaan minyak Irak South Oil Company, seperti
dilansir Reuters hari ini, turunnya harga merupakan akibat naiknya
produksi dari Timur Tengah dimana ekspor minyak dari pelabuhan di
selatan Irak telah mencapai 3.205 juta barel perhari (bph) pada Agustus.
Sedangkan ekspor pada Juli mencapai 3.202 juta bph. Di sisi lain, Iran
menyatakan kesediaannya untuk turut serta dalam diskusi para negara
penghasil minyak pada September hanya jika para pengekspor mengetahui
hak Teheran untuk mendapatkan kembali pangsa pasar yang hilang selama
penerapan sanksi internasional yang baru dicabut pada Januari. belajar forex pemula
Menurut para analis, perselisihan pendapat di dalam Organization of
the Petroleum Exporting Countries (OPEC), dan terutama anggota utamanya
Arab Saudi dan Iran, dapat berarti sedikitnya ekspektasi akan dampak
signifikan produksi global dari diskusi nanti. “Pasar akan semakin
mungkin mengabaikan hasil agenda tersebut, bahkan jika kesepakatan
pembekuan tercapai, adanya isu dalam hal kepatuhan,” papar Barclays
dalam risetnya. cara trading forex
Sementara untuk perdagangan Jumat, WTI kontrak Oktober ditutup
menguat 0,65% ke level US$47,64 per barel di New York Mercantile
Exchange. Adapun minyak Brent patokan Oktober berakhir naik 0,50% ke
level US$49,92 per barel di ICE Futures Europe Exchange.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar