Financeroll – Harga emas menuju penurunan bulanan pertama sejak Mei
lantaran investor mengantisispasi kenaikan suku bunga The Fed akhir
tahun. Hal ini memperlambat pembelian emas di exchange-traded funds
(ETF). Mengutip Bloomberg, Rabu, harga emas kontrak pengiriman Desember
2016 di Commodity Exchange menguat 0,3% ke level US$ 1.315,24 per troy
ons. Harga emas turun di level US$ 1.309,34 per ons troi pada Selasa
yang merupakan level terendah sejak 28 Juni. Sepanjang bulan ini, emas
tergerus 2,7%.
Penurunan emas di bulan Agustus merupakan yang pertama sejak tahun
2009. Biasanya, harga emas menguat di bulan Agustus lantaran kenaikan
permintaan menjelang musim pernikahan dan festival di India sebagai
konsumen terbesar bersama China. Tekanan terhadap harga emas terjadi
setelah Gubernur The Fed Janet Yellen memberi komentar hawkish sehingga
meningkatkan peluang kenaikan suku bunga dan mendorong laju dollar AS. belajar forex pemula
Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer menyatakan jika data ekonomi AS
akan menjadi penentu kenaikan suku bunga. Fischer juga menyatakan
optimisme jika produktivitas akan semakin tumbuh. Pernyataan ini
mengikuti komentar sebelumnya yang mengisyaratkan kenaikan suku bunga
bulan September. “Emas akan berada di bawah tekanan karena meningkatkan
sinyal kenaikan suku bunga The Fed,” ujar Bernard Aw, ahli strategi IG
Asia Pte di Singapura, seperti dikutip Bloomberg.
Investor saat ini menanti data nonfarm payroll Amerika Serikat (AS)
yang akan dirilis Jumat (2/9). Data tersebut akan menjelaskan lebih
lanjut tentang kondisi ekonomi AS saat ini dan memberi petunjuk kapan
kenaikan suku bunga The Fed. Kepemilikan emas pada ETF naik 25 metrik
ton bulan ini atau kenaiakn terkecil di tahun 2016. cara bermain forex
Tidak ada komentar:
Posting Komentar