Jumat, 02 September 2016

Reshuffle Di Bank Sentral Australia: Philip Lowe Dan Guy Debelle

Bank Sentral Australia (RBA) memasuki masa transisi penting di bulan September 2016 ini. Berakhirnya masa jabatan Glenn Stevens sebagai orang nomor satu di RBA setelah mengabdi selama satu dekade, akhirnya siap digantikan oleh DR. Philip Lowe,yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur RBA sejak tahun 2012. Menteri Keuangan Australia, Scott Morrison, telah mengumumkan secara resmi di parlemen pada bulan Mei 2016 lalu, bahwa Philip Lowe akan mengambil alih kursi Gubernur RBA 2016 untuk masa jabatan awal tujuh tahun.

Gubernur Baru RBA: DR. Philip Lowe

philip-lowe
"DR. Lowe telah memiliki pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni untuk menjabat sebagai gubernur, terutama setelah mengabdi (dalam berbagai bidang di bank sentral) sebagai Deputi Gubernur RBA sejak awal tahun 2012, mengepalai sejumlah departemen analisis, dan menerbitkan banyak isu yang relevan dalam operasi kebijakan moneter selama tiga tahun karirnya di RBA," kata Morisson. belajar bermain forex
"DR. Lowe juga pernah mengepalai Institusi Finansial dan Divisi Infrastruktur di Bank for International Settlements (2000 – 2002), dimana kala itu, beliau memiliki wewenang yang penting dalam pengaturan stabilitas finansial bank sentral di tengah kondisi inflasi rendah." Morisson menambahkan, Dr. Lowe telah dikenal baik dalam lingkup komunitas perbankan sentral, pasar finansial, dan komunitas-komunitas bisnis di Australia. edukasi forex

Detik-Detik NFP, JP Morgan: Gerak Dolar Terbatas

Dolar AS diperdagangkan beragam terhadap Yen dan Euro di sesi perdagangan Eropa Jumat (02/September) sore hari ini, masih dengan mata para investor yang terpaku pada rilis data Non Farm Payroll (NFP) AS malam ini. USD/JPY naik sekitar 0.35 persen di angka 103.63, lebih tinggi dibandingkan dengan 103.23 yang tercapai pada sesi perdagangan New York malam tadi. Di sisi lain, EUR/USD menurun sekitar 0.13%, diperdagangkan pada posisi 1.1180 saat berita ini ditulis.
dolar_as

Para investor tampak enggan mengambil posisi baru sebelum rilis NFP AS malam nanti. Berbagai analisis dari para ekonom dan lembaga-lembaga finansial ternama pun bermunculan menantikan rilis yang menjadi salah satu faktor penentu kenaikan tingkat suku bunga The Fed tersebut. belajar forex pemula

Non Farm Payroll AS Dibawah Estimasi, Greenback Bergerak Liar

Berita fundamental hari jumat (2/9) datang dari laporan pertumbuhan lapangan kerja AS bulan Agustus yang mengecewakan pelaku pasar. Greenback langsung melanjutkan pelemahannya terhadap berbagai major currency pada menit menit awal rilis NFP seperti yang terpantau pada sesi New York malam ini.

Data Non Farm Payroll selama Agustus yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS melambat dengan hanya mencatatkan pertumbuhan sebanyak 151k dimana berada dibawah estimasi ekonom melalui jajak pendapat Reuters yang memprediksikan NFP akan turun ke angka 180k. Sementara itu pertumbuhan lapangan kerja bulan Juli lalu direvisi naik dari 255k menjadi 275k.

Pasca rilis data NFP yang cukup mengecewakan tersebut, dollar AS langsung kehilangan tenaga versus berbagai major currency. Greenback seolah gagal memangkas pelemahannya yang sudah terjadi sejak hari kamis lalu setelah laporan Manufacturing PMI AS yang berkontraksi berada di teritory kontraksi terburuk sejak bulan februari 2016 lalu. belajar trading forex untuk pemula

Harga Emas Turun Tipis

Financeroll – Emas di perdagangan Jumat siang terpantau turun tipis, meskipun pada sesi sebelumnya tampak naik. Jumat (2/9).
Divisi Comex New York Merchanitl Exchange, spot emas untuk pengiriman Desember turun -0.09% di level $1.315.95 troy ons. Emas jatuh ke titik terendah dalam waktu dua bulan pada sesi sebelumnya, dipicu dari pelemahan data manufaktur AS. belajar trading forex

Menurut fed rate monitor, kenaikan suku bunga di level 24% pada bulan September. Nanti malam data nonfarm payrolls merupakan data yang ditunggu oleh para investor, hal tersebut dimaksudkan duna melihat jika ekonomi kuat cukup untuk menahan laju kenaikan dalam beberapa minggu mendatang.

Proyeksi menunjukkan pertumbuhan pekerjaan 180.000 pada bulan Agustus, mengikuti peningkatan 255,000 di bulan sebelumnya. Laporan Nonfarm payrolls yang kuat akan memperkuat pandangan bahwa kenaikan tingkat US pada bulan September mungkin terjadi, setelah sebelumnya sinyal hawkish dari pejabat Fed dalam beberapa hari ini membuat spekulasi pasar semakin hidup.

Pada perdagangan Comex lainnya, spot perak naik 0.05% di level 18.953 troy ons, dan tembaga naik 0.58% di level $2.091 troy pound.

Jumat Siang, Rupiah Bertahan Di Posisi Rp 13.260/USD

Financeroll – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (2/9)  pagi hingga siang, belum bergerak atau stagnan di posisi Rp 13.260 per dolar  AS.  Inflasi yang rendah cukup berhasil memicu penguatan surat utang negara (SUN) sehingga rupiah bergerak stabil di tengah penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang di kawasan Asia akibat buruknya data ekonomi Tiongkok Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Agustus 2016 terjadi deflasi 0,02%.

Inflasi tahun kalender mencapai 1,74% (year to date/ytd). Sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2016 terhadap Agustus 2015) sebesar 2,79%.  Inflasi yang menurun akan meningkatkan harapan pemangkasan Bank Indonesia  (BI) 7-Day Repo Rate. Kondisi itu membuka peluang bagi nilai tukar rupiah untuk bergerak menguat. edukasi forex

Sebagai informasi, periode Agustus yang mencatatkan deflasi itu mendorong harapan target inflasi 2016 ini akan tercapai. Bank Indonesia (BI) menargetkan inflasi 4% dengan plus minus 1%.

Dari dalam negeri sentimennya cukup positif. Namun, maraknya sentimen kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (Fed fund rate) pada September nanti masih membayangi laju mata uang domestik.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo melihat, konsensus berbagai lembaga keuangan telah merevisi outlook pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1% pada 2016 dan 3,3% pada 2017. Ini akan berdampak pada proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik, ditambah lagi ada penghematan belanja pemerintah pada semester II-2016 yang berpotensi menahan laju pertumbuhan.
 
Sepanjang  tahun 2016, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan di kisaran 4,9-5,3%. Kami estimasi pada kuartal III-2016 kira-kira sebesar 5,14% dan kuartal IV-2016 sedikit lebih rendah dari 5%. Jadi, all over one year 5,04%.  Hingga pertengahan Agustus 2016, capital inflow mencapai Rp 162 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yang Rp 43 triliun. Alhasil, rupiah secara year to date juga terapresiasi 3,9% ke level Rp 13.268 per dolar AS.

Kamis, 01 September 2016

Dollar AS Diperkirakan Tak Menguat Pesat Meski NFP Apik

Dolar AS terombang-ambing terhadap Euro dan Yen di hari Kamis (01/September) menjelang siang ini namun dengan arah naik menjelang laporan NFP AS pada hari Jumat besok yang diperkirakan dapat mempertajam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

dolar_as

Di awal pekan ini, mata uang AS sempat mengukir perolehan yang signifikan terhadap mata uang-uang mayor lainnya karena komentar dari Ketua The Fed, Janet Yellen, di Wyoming, dianggap mendukung kenaikan tingkat suku bunga dalam waktu dekat. edukasi forex

Emas Terpantau Lemah

Financeroll – Harga emas Comex terpantau melemah ke level terendah dalam sekitar dua bulan pada perdagangan jelang malam ini, Kamis, menjelang rilis laporan nonfarm payroll AS yang dapat memberi petunjuk periode kenaikan suku bunga oleh The Fed. Harga emas Comex kontrak Desember hari ini dibuka naik tipis 0,02% atau 0,30 poin di posisi US$1.311,70 per ounce dan melemah 0,17% atau 2,20 poin ke $1.309,20 per ounce sore ini. cara belajar forex dengan cepat

“Dengan meningkatnya sentimen data payroll AS yang akan dirilis esok hari, kita melihat pengetatan kisaran (untuk emas) dan condong menurun seiring potensi kenaikan suku bunga pada September,” ujar Sam Laughlin, pedagang logam mulia MKS PAMP Group, seperti dilansir reuters hari ini. Menurut Kepala Analis Shandong Gold Group Jiang Shu, segi teknis menunjukkan bahwa harga emas dan perak membutuhkan koreksi untuk meraih rebound. Namun, rilis data kepegawaian pada esok hari akan sangat penting. “Jika data kepegawaian bagus, emas akan jatuh ke kisaran US$1.260-US$1.270 di saat pasar mengharapkan kenaikan suku bunga pada September,” katanya Jiang Shu.

Seperti diketahui, pergerakan emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS yang cenderung meningkatkan opportunity cost logam mulia yang tidak berimbal hasil serta mendorong pergerakan dolar yang dapat menyebabkan nilai pembelian lebih mahal bagi para pengguna yang membayar dalam mata uang lainnya. Bloomberg Dollar Index yang melacak pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau berbalik naik 0,02% atau 0,022 poin ke 96,044 pada pukul 15.34 WIB setelah dibuka turun tipis 0,03% di level 95,997. Spekulasi tentang langkah The Fed selanjutnya telah membantu pulihnya dolar serta menumpulkan data tarik emas. Berbanding terbalik dengan emas, harga perak kontrak Desember naik tipis 0,07% atau 0,013 poin ke US$18,720 per ounce.